27/11/2014

PEMIKIRAN KH. HASYIM ASY'ARI DALAM BIDANG PENDIDIKAN



A.      PENDAHULUAN

Ketokohan KH.. Hasyim Asyari seringkali diceburkan dalam persoalan sosial politik,hal ini dapat dipahami bahwa sebagian dari sejarah kehidupan KH. Hasyim Asyari memang dihabiskan untuk merebut kedaulatan bangsa Indonesia melawan hegemoni kolonial Belanda dan Jepang. Lebih-lebih organisasi yang didirikannya, Nahdlatul Ulama (NU) pada masa itu cukup aktif dalam bidang sosial politik.  Akan tetapi KH.. Hasyim Asyari sejatinya merupakan tokoh yang piawai dalam gerakan dan pemikiran kependidikan. KH.. Hasyim Asy’ari bisa dikategorikan sebagai generasi awal yang mengembangkan  sistem pendidikan pesantren terutama di Jawa.[1]

KH.. Hasyim Asyari dilahirkan pada 14 Februari 1871 di pesantren Gedang desa Tambakrejo sekitar 2 kilometer ke arah utara kota Jombang, Jawa Timur. Pada usia 13 tahun beliau sudah bisa membantu ayahnya mengajar santri-santri yang lebih senior[2]. Riwayat pendidikannya disamping belajar kepada ayah handanya Kiai Asy’ari dan kakeknya Kiai Usman, setelah usia 15 tahun nyantri di pesantren Wonorejo, Jombang lalu di pesantren Wonokoyo, Probolinggo dilanjutkan ke pesantren Langitan dan pesantren Trenggilis. Belum puas di pesantren tersebut, KH. Hasyim Asy’ari melanjutkan  menuntut ilmu ke pesantren Kademangan, Madura dibawah asuhan KH. Chalil dan di pesantren Siwalan, Sidoarjo selama 5 tahun.

Semangatnya dalam menuntut ilmu tidak hanya berhenti belajar di Indonesia tetapi dilanjutkan ke Mekkah untuk belajar dengan beberapa ulama terkenal seperti Syekh Chatib al Minangkabawi, Syekh Mahfud Attirmasi, Syekh Syuaib bin Abdurrahman, Syekh Said al Yamani, Sayid Sulthon Hasyim al Dagistani, Sayid Abdullah al Zawawi, Sayid Alwi bin Ahmad Assegaf, Sayid Hussein Al  Habsy.

Dari silsilah dan mata rantai guru serta keilmuwan KH. Hasyim Asy’ari tampak dia seorang mumpuni dibidang agama. Selain ahli dibidang agama KH.Hasyim Asy’ari juga ahli dalam mengatur kurikulum pesantren serta strategi pembelajaran. KH. Hasyim Asy’ari selain sebagai Kiai yang sangat memahami dengan dunia pesantrem juga merupakan ulama yang produktif menuliskan gagasan-gagasan pikirannya dalam bentuk tulisan. Diantara karya-karya beliau adalah : Adab al Alim wa Al Muta’alim, Ziyadad Ta’liqat, at Tambihat al Wajibat Liman Yasna al Maulid al Munkarat, ar Risalat al Jami’at, an Nurul Mubin fi Mahabbah Sayyid al Mursalin, Hasyiah ‘Ala Fat al Rahman, Al Dur al Muntasirah fi Masail tis’i Asyrat, At Tibyan Finnahi ‘an Muqatitah al Ikhwan,ar Risalat at Tauhidiyah. Al Qalait fil BayanMayajib min al ‘Aqait.[3]


[1] A. Mujib, Intelektualisme pesantren, Jakarta: PT. Diva Pustaka , 2004 hal.319
[2] Latiful Khuluq, Fajar Kebangunan Ulama: Biografi KH. Hasyim Asyari, Yogyakarta, Lkis 2008, hal.19
[3] Samsul Kurniawan dan Erwin Mahrus, Jejak Pemikirian Tokoh Agama Islam, Yogyakarta, Ar Ruz Media, 2011. Hal.209-210.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

anda mencari contoh Undangan, Banner Tasyakuran Aqiqah terbaru silahkan klik link pada gambar untuk mendownload.