02/05/2016

Info Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Sains Al-Quran UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo 2016-2017 -

Anda bingung mau nerusin Sekolah, Kuliah? mau nyari kampus yang berbasis Pesantren? ini jawabannya.
Sedang mencari informasi seputar kampus yang Nyaman, islami, dan bagi anda yang ingin kuliah juga tinggal di pesantren tidak salah lagi karena kampus ini memang berada di lingkungan pondok pesantren. ke Asri-an kampus ini juga masih terawat sesuai simbol dari kabupaten wonosobo yang ASRI. dan  juga tidak kalah pentingnya tentu kampus yang Transformatif, Humanis dan Qur'ani. Nah, tahun ini kampus UNSIQ sudah di buka Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru, sebelum terlambat segera daftarkan diri anda UNSIQ Alamatnya di Jl. Raya Kalibeber km. 03 Wonosobo Jawa Tengah.
Download Brosurnya segera di :





atau kunjungi link nya di sini

08/03/2016

Tata Cara Shalat Gerhana Menurut KH Sholeh Darat Assamarani

Masyarakat Indonesia sudah bersiap-siap menanti hadirnya momen spesial pada Rabu Pon, 9 Maret 2016, yaitu gerhana matahari total. Tentunya sebagai umat Islam, hadirnya gerhana itu menjadi tanda kebesaran Allah dan bagi kalangan ahli falak dan astronomi, ini menjadi titik riset yang sangat menarik.
Salah satu hal penting di luar hingar-bingar menanti hadirnya gerhana matahari total ini adalah kembali menilik karya ulama Nusantara asal Jepara dan besar di Semarang dalam menyambut gerhana.
Ialah KH Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani (dikenal dengan KH Sholeh Darat) yang turut memberikan penjelasan amalan shalat gerhana. Bab khusus mengenai shalat gerhana ditulis dalam Kitab Majmu’atu al Syari’ah al Kafiyati lil ‘Awam halaman 84-85 Fashlun fi al Kusufaini.
KH Sholeh Darat menegaskan bahwa shalat dua gerhana (bulan dan matahari) hukumnya sunnah muakkad.
Adapun yang diperintahkan untuk mengikuti shalat gerhana adalah laki-laki dan wanita, boleh munfarid (sendiri) atau berjama’ah. Dan KH Sholeh Darat menyampaikan bahwa shalat gerhana lebih utama dilakukan dengan berjama’ah.
Bacaan dalam shalat gerhana bulan dilakukan dengan jahr (keras) dan jika gerhana matahari dengan pelan-pelan. Jumlah raka’at shalat gerhana paling sedikit dua raka’at salam sebagaimana shalat rawatib.
Adapun tata cara shalat gerhana berbeda dengan shalat pada umumnya. Pada rakaat pertama dibuka dengan niat, doa iftitah, al Fatihah, surat, ruku’, berdiri i’tidal, tidak langsung sujud tapi membaca al-Fatihah, surat, ruku’, i’tidal dan dilanjutkan sujud dua kali.
Pada raka’at kedua juga sama dengan raka’at pertama dengan dua kali al Fatihah, surat, ruku’ dan i’tidal disambung sujud dua kali serta tahiyyat akhir dengan ditutup salam.
Dan untuk kesempurnaan shalat gerhana, maka bacaan surat, menurut KH Sholeh Darat memakai yang panjang. Setelah itu juga ruku’nya dibuat panjang sekira sama dengan bacaan 200 ayat.
Bacaan berdiri i’tidal dijelaskan oleh KH  Sholeh Darat dengan mengucapkan:
سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد ملء السموات وملء الارض وملء ما شئت من شيء بعد.
Perbedaan waktu ruku’ pada raka’at pertama dan raka’at kedua oleh KH Sholeh Darat dibuat berbeda. Pada raka’at pertama dua kali ruku’ diharapkan sama dengan membaca 200 ayat (pertama) dan 150 ayat (kedua).
Adapun ruku’ yang raka’at kedua bacaan ruku’ dibuat panjang sekira sama dengan bacaan 100 ayat (pertama) dan 50 ayat (kedua).
Dalam menjalankan sujud selama shalat gerhana juga diharapkan dengan sujud yang panjang/lama.
Ketika shalat dilaksanakan secara berjama’ah, maka dilaksanakan khutbah dua kali setelah shalat gerhana. Adapun materi khutbah yang disarankan KH Sholeh Darat kepada khatib adalah dengan menyampaikan taubat dan shadaqah.
Demikian sepintas mengenai isi kitab karya KH  Sholeh Darat yang membahas mengenai shalat gerhana.Wallahu a’lam.
Sumber : M Rikza Chamami, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, pernah aktif di organisasi pelajar NU sampi ke tingkat pusat, yaitu menjadi Pjs Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama)




anda mencari contoh Undangan, Banner Tasyakuran Aqiqah terbaru silahkan klik link pada gambar untuk mendownload.